PR = Tukang Cuci Piring ?

Apakah benar bahwa tugas seorang Public Relations dapat disamakan dengan tukang cuci piring ?

Apakah karena keberadaan seorang PR di dalam perusahaan masih dianggap kurang penting?

Seorang PR hanya bekerja pada saat perusahaan sedang mengadakan program atau bahkan sedang mengalami krisis saja.

Mengapa pekerjaan PR disamakan dengan tukang cuci piring?

Menurut Silih Agung Wasesa saat menjadi pembicara di dalam seminar mengenai manajemen krisis mengatakan bahwa PR disebut sebagai tukang cuci piring karena PR hanya bertugas membersihkan yang berceceran, dalam hal ini krisis perusahaan tersebut. Orang lain yang berpesta (melakukan kegiatan apa saja hingga membuat kesalahan) namun PR-lah yang mengklarifikasikan. Jika perusahaan mengalami hal yang negatif, pasti PR yang dipandang negatif padahal bukan ia yang membuat perusahaan itu mendapat citra negatif. Namun anda tidak perlu khawatir untuk menjalani profesi PR, meskipun disebut sebagai ‘tukang cuci piring’, tapi profesi PR sangat menjanjikan di Indonesia seiring berkembangnya dunia komunikasi dan meningkatnya kesadaran perusahaan terhadap pentingnya seorang PR yang kompeten. Gaji seorang PR juga berbeda lho dengan tukang cuci piring yang sebenarnya…  Go PR!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s