Semesta Mendukung

Standard

Cerita kembali oleh mwulan

Poster Film Semesta Mendukung

Film ini menceritakan kisah seorang anak sekolah menengah pertama di daerah Madura bernama Arif (Sayef Muhammad Billah) yang mempunyai ketertarikan yang lebih terhadap Fisika.  Tanpa jasa sang guru, ibu Tari Hayat (Revalina S Temat) dia tidak akan bisa meraih impiannya karena hanya ibu Tari yang dapat menemukan bakatnya.

Karena ibu Tari-lah yang meminta teman-temannya di Jakarta, Arif dapat mengikuti olimpiade di Singapura. Halan-rintang dialami oleh Arif selama dikarantina di Jakarta, bahkan ia terancam tidak lolos untuk mengikuti olimpiade di Singapura. Satu-satunya yang membuat ia bertahan adalah keinginannya yang kuat untuk bertemu ibunya yang katanya pindah ke Singapura.

Pada akhirnya ia dapat mengikuti olimpiade karena keajaiban, yaitu adanya penambahan kuota untuk Indonesia mewakili wakilnya. Sebelum olimpiade dimulai, ia ditemani teman seperjuangan selama di karantina untuk mencari ibunya. Sayangnya Arif tidak dapat menemui ibunya di sana.

Revalina sebagai Ibu Tari

Hari olimpiade pun dimulai. Awalnya ia terlihat bingung dan kesulitan untuk mengerjakan soal yang diberikan. Di detik-detik terakhir, ia teringat akan fisika praktis yang diterapkan dalam permainan karapan sapi, khas daerah asalnya, Madura. Ia pun langsung merobek sarung pemberian ayahnya untuk menguji coba teorinya. Pada akhirnya teorinya tersebut membawanya menjadi juara dalam olimpiade tersebut.

Kejutan pun menghampirinya saat pulang ke rumah. Ibu yang selama ini dicari olehnya, sudah menunggu di rumah.  Spoiler banget ya gw ngasihtauinnya.. Tapi ga apa-apa dong, secara filmnya sudah tidak beredar lagi di bioskop. Gw-nya aja yang telat banget post-nya.. (maklum ya ceman-ceman :D)

Semuanya versi mwulan

Percaya atau engga, gw menulis kisah ini sampai merinding lho, karena teringat akan setiap adegan yang ada di film ini. Pertamanya gw mengira film ini akan biasa aja sama seperti film anak-anak lainnya, namun pemikiran gw salah karena film ini keren banget, bahkan menurut gw film ini film terbaik tahun 2011.

Pemain anak-anak di sini masih baru kecuali Dinda yang pernah bermain di Surat Kecil untuk Tuhan. Wajah senior bertaburan di film ini seperti Revalina yang memerankan tokoh ibu Tari (guru Fisika), Ferry Salim (Pak Tio) Lukman Sardy (ayahnya Arif), Helmalia Putri (Ibunya Arif), Feby Febiola (Bu Desi), Sujiwo Tejo (Cak Alul)  bahkan Indro Warkop pun muncul sebagai tukang ketoprak yang suka mangkal di depan asrama tempat Arif menginap.

Sinematografinya oke, pemain-pemainnya,, lumayanlah, kecuali pemain-pemain lama yang memang aktingya tidak perlu dipertanyakan lagi. Nah, salah satu yang gw suka juga soundtracknya yang dinyanyikan oleh Goliath, bahkan setelah keluar dari bioskop, musiknya terngiang-ngiang sampai rumah… Mestakung.. Semesta Mendukung…

Ciamik banget!

Nilainya : 8,5/10

Orang-orang hebat di balik layar:

Eksekutif Produser: Haidar Bagir & HB Naveen

Produser : Putut Widjanarko

Co Producers : Gangsar Sukrisno & Avesina Soebli

Producer Assitance : Diana Caroline

Produser Pelaksanan : Heru Effendi

Sutradara : John De Rantau

Penulis Skenario : Hendrawan Wahyudianto & John De Rantau

Penata Kamera : German G Mintapradja

Penata Artistik : Frans Paat

Musik : Thoersi Argeswara

Penata Suara : Yarri B.S & Satriio Budiono

Make Up & Wardrobe : Zaenal Zein

Casting : Bowie Budianto

Penyunting Gambar : Andhy Pulung

Advertisements

Blue Bird “Blogger Writing Contest”

Standard

Halo semua!

Blue Bird Group kembali mengadakan Blogger Writing Contest dengan tema :
“Mudahnya Memesan Taxi Via iPhone & android” berdasarkan event launching pada Rabu, 7 Desember 2012..
Bagi yang tidak ikut acaranya, jangan khawatir! Kontes ini terbuka untuk umum, khususnya untuk rekan-rekan blogger sekalian..

KRITERIA :
1) Penilaian berdasarkan isi tulisan yang mengandung key message dari Blue Bird, manfaat-manfaat yang didapat dengan memesan taxi via mobile
2) Key Messagenya adalah : Memesan taxi melalui iPhone dan android telah menjadi gaya hidup (lifestyle) masa kini (Life is so easy)
3) Menggunakan tags : Taxi Mobile Reservation, aplikasi pemesanan taxi

Hadiahnya apa ?
Ada 1 iPhone yang siap pindah tangan ke tangan kamu! 🙂

Kapan paling lambat upload tulisan ?

Paling lambat tanggal 23 Desember 2011 yaaa 🙂

Product knowledgenya bisa dilihat di http://www.bluebirdgroup.com/mobile

Setelah tulisan dipost, monggo mengirimkan linknya dengan me-reply postingan ini..
Kalau ada yang mau ditanyain lagi, bisa langsung mention @wulan_muh

Thank you 🙂

LIFE IS SO EASY . . .

Best Regards,
@wulan_muh

Badai di Ujung Negeri

Standard

Sinopsis:

Salah satu adegan di laut

Badai di Ujung Negeri menceritakan kisah seorang marinir yang ditugaskan di perbatasan. Badai (Arifin Putra).bertugas di pos jaga perbatasan Indonesia di sebuah pulau di laut Cina Selatan. Karena banyaknya penemuan mayat misterius, desa itu terancam tidak aman dan orang-orang terdekat Badai pun ikut terancam, seperti Anisa (Astrid Tiar) dan Dika seorang anak nelayan yang sudah dianggap sebagai keluarga.

Di antara kerisuhan ini Anisa, seorang gadis setempat mempertanyakan kepastian hubungannya dengan Badai namun Badai belum bisa memberikan kepastian yang jelas karena statusnya sebagai marinir yang harus siap sedia ditugaskan kemanapun dan kapanpun. Suatu hari sesuatu terjadi dengan Anisa dan hal ini membawa pertarungan antara para penjahat yang selama ini dicurigai dengan marinir. Di akhir cerita akan terbukti siapa dalang dari kejahatan ini. Kisah cinta Badai dan Anisa pun perlahan mendapat kepastian.

 

Adegan di antara Anisa (Astrid Tiar) dan Badai (Arifin Putra)

Testimonial:

Menurut gw film ini punya tempo yang lamban. Terlalu banyak skenario di awal hingga pertengahan. Adegan perang di tengah laut juga kurang greget dan terkesan buru-buru. Kalau kelebihannya adalah totalitas pemain; Astrid Tiar yang berhasil dengan logat Melayunya dan keberanian Arifin Putra untuk beradegan ekstrim. Bye The Way, film ini punya gimmick yang oke lho, yaitu komiknya! Terus waktu nobar sama Aneka Yess dan majalah Cita Cinta, isi goodie bagnya notes dan pin.. Oke lah… 😀

 

Title:

Director: Agung Sentausa

Producer: Pingkan Warouw

Writer : Ari M Syarief

Casts : Arifin Putra, Astrid Tiar, Yama Carlos, Adrian Halim H., Dedy Murphy, Edo Borne, Ida Leman, Jojon, Priady Muzy, Kukuh Adi Rizky, M. Ilham Akbar

Music arranger : Thoersi Argeswara

Cinematography : Padri Nadeak

Editor : Aline Jusria

Studio : Quanta Pictures

 

 

Nilai :

3/5

Ketika ‘Hak’mu Patah

Standard

Watch out para ladies! Apalagi kalian yang suka pakai sepatu hak tinggi. Apa yang saya alami beberapa hari lalu adalah gambaran iklan sebuah permen. Yak! Kalian pasti sudah bisa menebak ke mana arah pembicaraan saya! Jadi gini lho… Waktu itu saya abis meeting sama klien di bilangan Pejaten dan kembali ke kantor untuk siap-siap meeting klien ke dua. Saat sampai di parkiran, hak sepatu saya yang sebelah kanan copot… ! Dunia berasa terbalik saat itu juga.

Partner saya melihatnya dan saya malu banget! Akhirnya saya naik ke lantai 4 dengan menenteng patahan hak tersebut dan berjalan pincang. Rekan saya sudah menunggu saya untuk berangkat bersama ke meeting kedua (lagi banyak klien nih ceritanya). Kemudian saya nekad nyeker ke lantai 1 menuju ruangan Office Boy (OB) dan meminta bantuan mereka. Untung saja ada OB yang bisa ‘benerin’ sepatu saya, tapi itu juga hanya diakalin, ga bener betulan. Di dalam hati saya berdoa agar sepatu bisa dipakai hingga meeting berakhir.

Ternyata eh ternyata high heel saya benar-benar bertahan sampai meeting berakhir, tepatnya saat memasuki mobil bos (mau nebeng ceritanya). Hak patah saat pintu mobil ditutup ”Brakkk”… langsung deh hati nyelos. Jadi selama di perjalanan itu saya memegang patahan haknya, suddenly si hak yang patah itu jatuh dari tangan saya. Nah… Ketauan deh kalau hak sepatu saya patah. Malunyaaa…

Saya turun di depan FX (karena saya ingin mengunjungi acara Social Media Festival 2011). Saya bingung dong dengan keadaan seperti ini. Dengan nekad saya mencari tukang ojeg untuk mengantarkan saya ke tempat jualan sepatu karena saya ga mampu beli sepatu di FX. Haha… :p Ajaibnya adalah tidak ada satu pun tukang ojek di pangkalan! Damn it! Saya pun menyusuri jalan ke Plaza Senayan… berniat membeli sendal/sepatu milik para calon joki 3 in 1. Ternyata mereka tidak mau menjual alas kakinya terhadap saya.

Datanglah seorang petugas keamanan daerah Senayan dan dia menyarankan saya untuk membeli sandal di supermarket yang ada di Plaza Senayan. Temannya pun menghampiri dan memberikan saran yang lebih gila: “Mencopot hak yang satunya lagi”… yasudahlah, saya sudah tidak punya pilihan lagi (jadi inget iklan apa yaaaa). Saya pun pergi nekat ke Plaza Senayan. Nah pas turun dari eskalator menuju supermarketnya, ternyata ada tempat untuk SERVICE SEPATU! Harganya juga terjangkau mengingat keberadannya di mal yang didatangi oleh para kalangan menengah ke atas, yaitu Rp. 20.000,- untuk sepasang sepatu.

Tapi pas ditanya berapa lama waktu perbaikannya, ternyata 30 menit! Waduh kalang kabut deh, soalnya saya buru-buru ada acara Akademi Berbagi di Social Media Festival 2011 tersebut! Saya pun memutuskan membeli sendal jepit! Bayangkan saya masuk ke FX pakai sendal jepit! *tutupmuka *pakeplastik. Yasudahlah, mau gimana lagi.. Yang lebih memalukan adalah ketika harus memberikan testimonial kepada seluruh yang hadir mengenai Akademi Berbagi, banyak yang ngenalin juga bo! Malu abis! Moso udah pake kemeja, blazer dan rok… eh kebawahnya sandal jepit!

Oh iya sebelumnya saya memang ingin dan niat sekali menggunakan sepatu itu. Tapi ketika mau dipakai saat berangkat ke kantor, tiba-tiba sepatunya lenyap seolah tak ingin digunakan. Eh ternyata itu adalah sebuah kode alam. Seharusnya saya tidak menghiraukannya ya?! Jadi tips saya untuk para ladies

1)      Gunakan feeling Anda dalam memutuskan sesuatu

2)      Jika ingin memakai sepatu hak tinggi, bawalah flat shoes sebagai  cadangan

We do not know what will happen with us!  

Photo di booth kapanlagi.com beserta sepatu yang patah

Akademi Berbagi di Social Media Festival 2011

Standard

Akademi Berbagi mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam memeriahkan Social Media Festival 2011. Akademi Berbagi mendapatkan jadwal pertama untuk membuka kelas, yaitu pada hari Kamis 22 September 2011 jam 18.30- 21.00 WIB. Kelas yang diadakan adalah kelas “Belajar dan Bekerja Secara Tidak Biasa” bertempat di Auditorium f4 Plaza FX Sudirman Jakarta dengan pematerinya @pidibaiq dan @glennmars dan @praburevolusi sebagai moderatornya.

Sebenarnya apa itu social media festival? SocMed Festival ini gaungna kenceng dan membahana banget. Pokoknya kalau ga kesini, ga gaul banget deh! Social Media Festival itu pesta akbar komunitas media sosial dari berbagai macam individu, komunitas, hingga brand. Social Media Fest 2011 ditujukan sebagai ajang komunitas media sosial saling betemu dan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, baik antar sesama komunitas, penikmat media sosial maupun dengan industri dan pemilik brand. SocMed Fest ini diselenggarakan dari tanggal 22-24 September 2011.

Gw sih kesini karena ada akademi berbagi dan sekalian tebar kartu nama, siapa tahu ada prospekan klien. :p. Booth yang gw datengin itu boothnya Levis karena gw menang voucher kopi, lumayan lah yaaa… Eh ternyata pas nyampe sana gw dikasih voucher belanja Levis sebesar Rp. 250.000,- karena mereka tahu bahwa gw adalah aktivis sosial J. Trus gw ke booth kapanlagi.com dan langsung capcus ke kelas Akademi berbagi.

di depan backdrop

ini akun yang salah (lingkaran merah)

Gw merasa saltum banget karena akberian yang lain tuh pake kaos pesenan gitu dengan nama akun twitter masing-masing dan testimonial menjadi volunteer Akademi Berbagi. Jadi merasa tersingkirkan, hiks… Acara dibuka oleh mas Brahmantyo dan mba sidanchrut sebagai MC dan testimonial dari kita-kita para volunteer. Kelas tak terasa berjalan seiring waktu karena pembicaranya dapat mengajak kami semua larut dalam suasana.

Di samping standing banner Akademi Berbagi

Akhir acara kita semua para akberian berfoto bersama. Saya pun tak luput mengambil foto dengan backdrop yang bertuliskan ‘akun’ twitter saya. Sebenarnya di dalam backdrop itu dituliskan @wulanmuh, saya sekalian klarifikasi saja ya bahwa akun twitter saya adalah @wulan_muh. Jadi yang mention ke @wulanmuh ga akan sampai ke saya.

Suasana kelas AKBER

photo sama mba dhancrut

Big Wave Festival 2011

Standard

Akhir-akhir ini Jakarta lagi dibanjirin sama konser-konser international. Tanggal 20 September 2011  Ada Big Wave Festival yang menampilkan Yellowcard, Panic at The Disco dan Bad Religion . Tanggal 21 September 2011 giliran Linkin Park yang mengguncang Jakarta. Puncaknya adalah Java Soulnation pada 23-25 September 2011. Java Soulnation kali ini adalah tahun ketiga karena ini adalah event tahunan. Biasanya gw selalu datang nih ke Soulnation, tapi tahun ini gw ga kebagian tiket gratisnya bo.

Tiketnya nih..

Tapi gw harus bersyukur nih karena Allah masih memberikan kesempatan untuk menonton salah satu konser itu. Gw dapet tiket nonton konser Big Wave Festival tanggal 20 September 2011 di Gelora Bung Karno dari majalah Chic. To be honest performer yang gw tahu cuma Panic at the Disco. Biar dibilang gaul aja gw dateng ke event itu. Hahaha maksa banget yak?! Gw berangkat dari kantor, pake tanktop, blazer kotak-kotak dan celana aladin. Males banget kan keatasan formal, tapi masa bawahnya gw pake rok atau celana bahan.

Gw pun berangkat membawa laptop kesayangan gw karena gw ga percaya kantor gw dapat menjaganya dengan baik, padahal sama gw aja tuh laptop belum tentu terjaga dengan baik juga ya. Hahaha.. Penjaga tiket dan polisi aja curiga gitu gw bawa barang bawaan banyak banget dan berat. Setelah  gw masuk ke arena konser, ternyata boothnya sepi, tak seperti yang gw kira. Penontonnya juga kebanyakan berhitam dan gothic ria. Sebelum masuk ke arena GBK juga bau alkohol tercium dengan ‘jelas’. Gw udah yang jiper aja gitu. Eh ternyata ketakutan gw ga terbukti karena banyak polisi yang jagain.

Kehebohan panggung . Panic at The Disco...

Gw duduk kebagian di JJ 24 pintu Blue (VIP barat) bersama rekan-rekan media dan para polisi. So, aman-aman aja dong dikelilingin polisi. Pas gw dateng itu lagi performnya Yellowcard dan gw balik pas Panic at The Disco main. Gw balik duluan karena capek banget, paginya harus kerja pagi. Lagipula gw ga minat melanjutkan ‘ngonsernya’. Jadi maaf-maaf aja nih ga ada yang bisa direview. Hehe :p

Sherina Berpetualang di Petualangan Sherina Bersama Kineforum

Standard

Kala itu Kineforum melalui akun twitternya (kineforum) mengumumkan akan memutarkan film Petualangan Sherina. Kontan saja gw menjadwalkan hari Minggu untuk menonton film tersebut. FYI, Kineforum itu adalah teater kecil yang terletak di belakang Taman Ismail Marzuki, dekat dengan Institut Kesenian Jakarta. Biasanya Kineforum memutar film-film Indie atau film-film Indonesia lama. Untuk menonton di sini, kita tidak perlu dikenakan biaya alias GRATIS! Hari gini gitu ya gratisan, di mana lagi?! Dengan gratis seperti itu, kita dapat menikmati film yang oke, kursi empuk, sejuk, nyaman layaknya di bioskop-bioskop yang bisa kita datangin.

Salah satu sudut di Kineforum, gambar dicatut dari Urbanesia

Hal yang membedakan Kineforum dengan teater lainnya adalah, Kineforum hanya mempunyai 45 seats, which is itu lebih private dong dari bioskop-bioskop biasa. Wah serasa bioskop pribadi deh kalau di sana, apalagi yang bawa pacarnya. Eits, jangan berpikir bisa macam-macam ya…!

Langsung aja ke Petualangan Sherina-nya. To be honest, dulu gw waktu kecil engga merasakan nonton Petualangan Sherina di bioskop. Gw hanya dibelikan CD-nya sama nyokap gw, dan CD itu gw putar tiap waktu sampai Cdnya lecet dan endut-endutan kalau diputar. Gw juga sering mengundang teman-teman untuk nobar.

Berangkat dari hal itu, akhirnya gw memutuskan untuk menonton Petualangan Sherina di layar besar (bioskop) Kineforum. Wah ini toh rasanya menonton film idaman gw sejak kecil melalui layar besar.. Ternyata lebih seru ya! Haha… Film ini tuh ga pernah ada bosannya deh, Sherinanya masih lucu banget, chubby, giginya kaya kelinci (maaf ya Sher :p), tapi di usia segitu aktingnya udah cihuy, suaranya udah mantap! Derby Romero yang memerankan tokoh Sadam juga ga kalah menarik perhatian. Dia dari dulu emang cute ya sampai sekarang.

gambar dicatut dari rudytarigan.com

Kalau ditanya apa adegan favorit gw, favorit gw adalah ketika Sherina akan meninggalkan Sadam di Boscha untuk mencari bantuan. Kala itu Sherina mencium pipi Sadam. Romantis kan ya? Apalagi waktu gw kecil, adegan itu udah wah banget. Hahaha.. Intinya film Petualangan Sherina itu enggak akan pernah ada matinya! Memang benar film Petualangan Sherina adalah tanda kebangkitan film Indonesia.

Salah satu adegan ketika Sherina & Sadam Mulai Berpetualang

Gw pun ga tahu kalau film ini masih mau ditonton sama pemain-pemainnya atau engga.  Oh iya, di film ini ternyata ada Allysa Soebandono sebagai teman Sherina sebelum Sherina pindah ke Bandung! Wah dari kecil dia emang udah manis dan rambutnya panjang juga bagus.. Mau deh meet&greet sama pemain-pemainnya. Hehe

Ini nih adegan favorit gw, saat di Boscha :p (gambar dari asiapacificnews.com)

Di Bawah Lindungan Kabah

Standard

Poster Film "Di Bawah Lindungan Kabah"

Film yang diambil dari buku Hamka ini menceritakan cinta sejati di antara laki-laki muda bernama Hamid dan perempuan bernama Zainab. Film yang disutradarai oleh Hanny R Saputra ini mengambil Padang sebagai setting tempat dan suasana tahun 1920. Hamid dan Zainab mempunyai status sosial yang berbeda, Hamid yang orang miskin dan Zainab yang orang kaya. Hamid sendiri berhasil sekolah tinggi berkat ayah Zainab, ibunda Hamid pun  bekerja mencari nafkah di rumah orang tua Zainab.Salah satu adegan Laudya Cyhntia Bella & Herjunot Ali keliling kampung

Suatu hari Hamid dihukum dikeluarkan dari kampung oleh para tetua di kampungnya karena dia telah menyentuh Zainab dan dianggap telah melebihi batas ketika Hamid menolong Zainab yang tenggelam di sungai. Dengan kekuatan cinta mereka, mereka akhirnya dipertemukan melalui surat. Hamid menerima surat itu di bawah Kabah dan Zainab menerima surat tersebut di pantai dimana mereka pernah bermain bersama.

Salah Satu Scene Herjunot Ali ketika di "Mekah"

Menurut gw sih ceritanya biasa aja, yang bikin amazing adalah settingnya yang kerasa jaman dulu banget. Ada beberapa scene yang menurut gw itu menjatuhkan nilai film ini, yaitu adanya gambar close-up para sponsor seperti Gery Chocolatos, Baygon dan Kacang Garuda. Meski Di film tersebut kemasannya diganti dengan kemasan ala-alam jadul, tapi tetep aja mengurangi nilai.. Kita juga mengingat bahwa film itu berlatarkan tahun 1920 which is ga ada tuh yang namanya sistem bantuan pernapasan dari mulut ke mulut, produk-produk tersebut. Hal yang mengganjal lainnya adalah saat Hamid dan Zainab ketawa-tawa ga jelas, ketawa ini hanya sekedar ketawa. Ga ada isinya

Gw kasih nilai 5/10

 

Cast :

Herjunot Ali (Hamid)

Laudya Cynthia Bella (Zainab)

Niken Anjani

Tara Budiman

Hj. Jenny Rachman

Widyawati

Didi Petet

Leroy Osmani

Sutradara : Hanny R Saputra

Penulis : Titien Wattimena & Armantono

Misteri Coat yang Tertukar

Standard

Ini bukan kisah antara putri yang tertukar, namun kisah antara coat yang tertukar… Bagaimana ceritanya? Jadi ceritanya begini, waktu itu gw mesen coat warna coklat via butik online di facebook, bagus banget apalagi dipadupadankan dengan dress. harganya Rp. 80.000,- sudah termasuk ongkos kirim. Transaksi pun selesaidi hari Senin dan butik onlinenya mengirimkan coat gw di hari yang sama, dan gw tinggal menunggu kedatangan coat tersebut di rumah. Gw udah ngebayangin coat yang ‘sudah’ menjadi hak milik gw tersebut akan dipakai saat gw di luar negeri dan akan gw padupadankan dengan boat. ah keren!

Hari Rabu,10 Agustus 2011 gw pulang dari kantor dan saat itu gw lihat bungkusan coklat ada di atas televisi (ga tahu kenapa nyokap gw naronya di atas televisi). Langsung aja gw buka dengan semangat 45, pas sobekan pertama, gw melihat kok warnanya pink dan bahannya beda dari yang diphoto. gw kira gw ditipu sama butiknya itu, langsung aja gw robek dengan sekuat tenaga itu paket. Lho kok? coatnya warna PINK dan lebih pendek dari yang gw pesen. Mata gw pun langsung beralih ke bungkusan coklat yang ada alamatnya. Nah lho, kok ditujukan bukan untuk gw tapi untuk DEWI di SIDOARJO. deng deng… kejanggalan pun terjadi

Ada apa ini gerangan? gw langsung cek dong ke facebooknya. Ternyata itu pink coat harganya cuma Rp. 50.00o. OMG, itu kan lebih murah dari yang gw pesen dan JELEK banget! NORAK! langsung aja gw sms ke butiknya… selidik punya selidik, kayaknya barang gw tertukar sama yang di Sidoarjo. Setelah gw minta nomor resi gw dan nomor resi orang Sidoarjo itu gw pun memutuskan untuk cek ke web, di sana tertulis bahwa ia (orang Sidoarjo) sudah menerima paketnya, which is itu paket punya gw, tapi dia ngakunya belum nerima paket itu.

Jangan sampai cewe itu malah kesengsem sama coat yang udah gw beli. Gw ga rela dunia akhirat! ini semua gara-gara salah satu jasa pengiriman di Indonesia dengan inisial J. Gw ga tau kesalahan ada di bagian mana, yang jelas orang tersebut sudah berdosa karena tidak bisa menyampaikan amanah dengan baik dan dia juga tidak menjalankan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab (baca: ga becus)… Gw langsung kirim email ke custmercarenya jam 10 malam dan mendapatkan balasannya di jam 1 malam. Sampai gw menulis ini blog, belum ada lagi kelanjutannya. Doakan saja ya coat yang tertukar bisa kembali ke pangkuan pemilik yang seharusnya. Aminnn… Terima kasih

Ini dia coat yang SEHARUSNYA gw miliki

 

Ini seharusnya bukan punya gw !

Makan di Marche, Grand Indonesia

Standard

Sedang bingung akan makan siang dimana ? Yuk kita ke Marche yang letaknya di Grand Indonesia Shopping Town, Entertainment district, West Mall level 3A, bersebrangan dengan Musical Fountain. (alamatnya nyadur dari facebooknya Marche. Hehhee). Facebooknya “Marche’ Grand Indonesia Shopping Town”. waktu itu memilih Marche sebagai tempat untuk makan siang adalah karena interiornya yang menarik, just info aku kalau milih restaurant itu berdasarkan interiornya, ga peduli rasanya enak atau tidak yang penting interiornya menarik.

Sebenarnya sih restaurant yang ada di Grand Indonesia itu interiornya bagus-bagus, tapi entah mengapa aku prefer ke Marche. Interiornya tuh mencerminkan pasar tradisional dan peternakan Swiss dan Italia, which is negara ini adalah negara favoritku. Di dalamnya terdapat konter-konter untuk pesan makanan dan pas masuk kita akan menerima kartu untuk pesan makanan,kemudian setelah kita selesai makan, kartu itu akan dicek sudah makan apa saja kita lalu kita membayarnya. Rada ribet juga ya tapi sistem ini unik.

Di Marcke kita bagaikan diajak langsung ke negara Swiss dengan suasana pegunungan Alpen yang menawan dan rasanya tidak menyangka bahwa sebenarnya kita sedang berada di Jakarta. Di tempat ini juga kita bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatan makanan yang kita pesan.. Hm,,, kalau ada chef yang ganteng kan bisa kita gebet tuh! hhihihihi.. Oh iya katanya makanan di sini terjamin kehalalannya lho dan tentunya higienis. So, untuk para muslim dan orang-orang yang memang concern banget sama kesehatan dan kebersihan, ga ada salahnya (malah bener banget) untuk makan di sini, Yuk mari,,

Tanpa basa basi lagi aku pun memesan Rosti with Veal Sausage yang bahan dasarnya adalah kentang, kemudian memesan es krim movenpick di counter es krim sebagai cuci mulutnya. Di sini harganya mahal-mahal, namun worth it lah dengan apa yang kita dapatkan , dimulai dari suasana restaurantnya, rasa makananya hingga pelayanan yang ada. Uh, kalau punya uang banyak mau deh sering-sering ke Marche. Hehehe..