Ketika ‘Hak’mu Patah

Standard

Watch out para ladies! Apalagi kalian yang suka pakai sepatu hak tinggi. Apa yang saya alami beberapa hari lalu adalah gambaran iklan sebuah permen. Yak! Kalian pasti sudah bisa menebak ke mana arah pembicaraan saya! Jadi gini lho… Waktu itu saya abis meeting sama klien di bilangan Pejaten dan kembali ke kantor untuk siap-siap meeting klien ke dua. Saat sampai di parkiran, hak sepatu saya yang sebelah kanan copot… ! Dunia berasa terbalik saat itu juga.

Partner saya melihatnya dan saya malu banget! Akhirnya saya naik ke lantai 4 dengan menenteng patahan hak tersebut dan berjalan pincang. Rekan saya sudah menunggu saya untuk berangkat bersama ke meeting kedua (lagi banyak klien nih ceritanya). Kemudian saya nekad nyeker ke lantai 1 menuju ruangan Office Boy (OB) dan meminta bantuan mereka. Untung saja ada OB yang bisa ‘benerin’ sepatu saya, tapi itu juga hanya diakalin, ga bener betulan. Di dalam hati saya berdoa agar sepatu bisa dipakai hingga meeting berakhir.

Ternyata eh ternyata high heel saya benar-benar bertahan sampai meeting berakhir, tepatnya saat memasuki mobil bos (mau nebeng ceritanya). Hak patah saat pintu mobil ditutup ”Brakkk”… langsung deh hati nyelos. Jadi selama di perjalanan itu saya memegang patahan haknya, suddenly si hak yang patah itu jatuh dari tangan saya. Nah… Ketauan deh kalau hak sepatu saya patah. Malunyaaa…

Saya turun di depan FX (karena saya ingin mengunjungi acara Social Media Festival 2011). Saya bingung dong dengan keadaan seperti ini. Dengan nekad saya mencari tukang ojeg untuk mengantarkan saya ke tempat jualan sepatu karena saya ga mampu beli sepatu di FX. Haha… :p Ajaibnya adalah tidak ada satu pun tukang ojek di pangkalan! Damn it! Saya pun menyusuri jalan ke Plaza Senayan… berniat membeli sendal/sepatu milik para calon joki 3 in 1. Ternyata mereka tidak mau menjual alas kakinya terhadap saya.

Datanglah seorang petugas keamanan daerah Senayan dan dia menyarankan saya untuk membeli sandal di supermarket yang ada di Plaza Senayan. Temannya pun menghampiri dan memberikan saran yang lebih gila: “Mencopot hak yang satunya lagi”… yasudahlah, saya sudah tidak punya pilihan lagi (jadi inget iklan apa yaaaa). Saya pun pergi nekat ke Plaza Senayan. Nah pas turun dari eskalator menuju supermarketnya, ternyata ada tempat untuk SERVICE SEPATU! Harganya juga terjangkau mengingat keberadannya di mal yang didatangi oleh para kalangan menengah ke atas, yaitu Rp. 20.000,- untuk sepasang sepatu.

Tapi pas ditanya berapa lama waktu perbaikannya, ternyata 30 menit! Waduh kalang kabut deh, soalnya saya buru-buru ada acara Akademi Berbagi di Social Media Festival 2011 tersebut! Saya pun memutuskan membeli sendal jepit! Bayangkan saya masuk ke FX pakai sendal jepit! *tutupmuka *pakeplastik. Yasudahlah, mau gimana lagi.. Yang lebih memalukan adalah ketika harus memberikan testimonial kepada seluruh yang hadir mengenai Akademi Berbagi, banyak yang ngenalin juga bo! Malu abis! Moso udah pake kemeja, blazer dan rok… eh kebawahnya sandal jepit!

Oh iya sebelumnya saya memang ingin dan niat sekali menggunakan sepatu itu. Tapi ketika mau dipakai saat berangkat ke kantor, tiba-tiba sepatunya lenyap seolah tak ingin digunakan. Eh ternyata itu adalah sebuah kode alam. Seharusnya saya tidak menghiraukannya ya?! Jadi tips saya untuk para ladies

1)      Gunakan feeling Anda dalam memutuskan sesuatu

2)      Jika ingin memakai sepatu hak tinggi, bawalah flat shoes sebagai  cadangan

We do not know what will happen with us!  

Photo di booth kapanlagi.com beserta sepatu yang patah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s